Blogger Layouts
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya:

“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita yang shalihah. Bila engkau memandangnya, ia menggembirakan (menyenangkan)mu. Bila engkau perintah, ia menaatimu. Dan bila engkau bepergian meninggalkannya, ia menjaga dirinya (untukmu) dan menjaga hartamu.”

Jumaat, 1 April 2011

Sepucuk Surat Buat Ikhwan

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥

Untuk Akhifillah Dimanapun kau berada
Kutulis surat ini samata-mata
atas dasar cinta karena Allah…

Mohon maaf atas kelancanganku
telah berani menuliskan ini untukmu.

Namun aku ingin kau mengetahui,
bahwa ada beberapa dari sifatmu yang tidak kami (para akhwat) sukai
. Berbesar hatilah untuk mengetahuinya.
Kami ingin kau terlihat baik dimata kami dan tentunya di mata Allah juga.

♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥♥


Akhi fillah…

Setiap kaum wanita merindukan seorang ikhwan yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Jangan kau sia−siakan waktu hidupmu dengan tujuan yang tidak jelas, tidak ada pegangan dan berlalu begitu saja dengan percuma. Ingatlah, bahwa laki−laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan. Berprinsiplah! Komitmenmu pada islam teguhkanlah. Bukankah kau telah mngkajinya tentang ini dalam majelis−majelis kajian Al−Qur’an yang biasa kau ikuti setiap bulannya. Di mana pengamalannya selama ini.

Akhi fillah…

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Oleh karenanya berlaku lembutlah terhadap perempuan. Ingatlkah engaku, dalam sebuah hadits, rasulullah memberitahukan bahwa sebaik−baik manusia adalah yang berlaku lembut terhadap wanita. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki, wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Sudahkah selama ini kau berlaku lembut terhadap perempuan. Adakah kau pernah menyakiti hati seorang perempuan..

Akhi fillah…

Hal selanjutnya yang tidak para akhwat sukai adalah kesombonganmu. Sombong adalah sifat setan laknat. Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Perempuan adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan yang dimiliki perempuan. Jangan kira kekuasaanmu sebagai seorang laki−laki membuat dirimu menjadi sombong. Dengan sifat mengaturmu yang berlebihan, dan sifat tidak ingin di kalahkan oleh perempuan dalam hal apapun. Kami tau, bahwa ada batasan hak−hak antara perempuan dan laki−laki yang telah Allah tetapkan. Kami tidak menuntut emansipasi, tapi sadarlah wahai akhi, bahwa kau sering kali berlaku sombong di mata kami.

Akhi fillah…

Setiap akhwat sangat mendambakan seorang ikhwan yang mempunyai pendirian. Bukan ikhwan yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama dapat bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).

Akhifillah…

Kau adalah penopang kami. Dikala kami membutuhkan penguat dalam situasi kekufuran yang sedang menerjang ini tak pantas bila kau malah ikut gentar atau juga lemah. Akhwat ingin ikhwan yang tegar, bukan ikhwan yang cengeng. Dalam hal ini bukan cengeng menangis ketika mendengar ayat−ayat Allah dilantunkan. Itu adalah kelembutan hati. Tetapi cengeng yang gentar menghadapi tantangan yang ada di depan. Bagaimana kau akan memimpin kami bila kau sendiri bersifat lemah. Ikhwan yang cengeng cendrung nampak serba tidak meyakinkan.

Akhi…

Kututup surat ini sampai disini. Semoga kau bisa mengambil maksud dari kami menuliskan ini untukmu. Salam sejahtera untukmu selalu. Semoga Allah selalu memberi cahaya ilmu−Nya kepada kita semua. Dan semoga Allah selalu menangi kita dalam rahman dan rahim−Nya. Amin.

Saudarimu.

♥●•٠·˙ Maafkan Aku Yang Meninggalkanmu Karna-Nya ˙·٠•●♥

Dengan nama Allah... sebaik-baik Pemberi Ganjaran.
Namamukah yang tertulis di luh mahfuz sana?
Engkaukah yang bakal menemaniku jalan menuju syurga?
Dirimukah yang akan melengkapkan separuh dari agamaku?


Adakah kau yang tercipta untukku?
Jawab pertanyaanku ini.
Jawab!
Kau takkan pernah dapat memberi jawaban,
Kerna jawabannya bukan di tanganmu,
Tetapi di tangan-Nya.
Di tangan Tuhan kita; Allah,
Tuhanku dan Tuhanmu.
Gelisahku memikirkan dirimu,
Dan ketakutanku memikirkan Tuhanku,


Maafkan aku,
Ketakutanku pada Tuhanku melebihi kegelisahanku memikirkanmu.
Jemput diriku pabila waktunya tiba,
Sebelum sampai saat itu, biarkan aku sendiri bersama Si Dia,
Akan kucipta cinta bersama Dia,
Sebelum kucipta cinta antara kita.
Jadilah dirimu kumbang yang hebat,
Dan doakan aku agar menjadi bunga yang mekar,
Untuk itu, Aku tinggalkan dirimu pada-Nya
Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu,
Tidak ada suatu binatang melata melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya,
Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.
Usah bersedih atas perpisahan sementara ini,
Jika benar aku tercipta untukmu,
Tiada apa yang dapat menghalangnya,
Sebelum saat itu tiba,
Berdoalah pada Allah moga diberi kekuatan,
Mohonlah padanya dengan penuh mengharap.
Yakinlah pada janji Allah!
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) [Surah An Nur: 26]
Sesungguhnya Allah takkan pernah mensia-siakan pengorbananmu,
Bilamana kita tinggalkan semua ini kerana Allah semata,
Yakinlah!
Akan ada sesuatu yang indah untukmu di pengakhiran nanti.
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu,
Daripada yang sekarang (permulaan),
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu ,
Lalu (hati) kamu menjadi puas.
[Surah Ad dhuha: 4 & 5]
Beruntunglah kamu!
Tatkala Allah memilihmu untuk menyadari hakikat perhubungan antara lelaki dan wanita
Allah memilihmu!
Jangan pernah sia-siakan kasih sayang Allah ini.
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu
Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya
[Surah As Syams: 8-10]
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:
"Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka,
Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:
"Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih;
dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu
[Surah Fussilat: 30]
Dan ketika kamu merasa lemah,
Mohonlah kekuatan dari-Nya,
Allah itu dekat,
Yakin pasti.
Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan,
Maka mohonlah perlindungan kepada Allah,
Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Surah Fussilat: 36]

Kamu dan aku adalah intan terpilih,
Berdoalah aku kuat dan tabah untuk menjaga kilauanku,
Berdoalah tiada sang kumbang durjana merusakkannya sebelum yang halal tiba,
Aku juga sentiasa mendoakanmu agar dalam peliharanya,
Sentiasa.

**Ketika Kurasakan Ia Semakin Dekat **

**Ketika Kurasakan Ia Semakin Dekat **



“Ukhti, wajahmu pucat sekali.” Ucap seorang sahabat suatu kali. Dan lagi, badanku panas, katanya. Oya? Aih, sudah berhari-hari seperti ini. Namun, diri ini terus saja mengingkari jika aku memang ‘sedang tidak sehat’. Sudah berapa bulan aku tidak menyambangi tempat praktek dokter ya? Tak tahu lah. Yang jelas, aku malas jika harus berjumpa stetoskop, diukur tensinya, apalagi disodori segepok pil aneka warna untuk ditelan sebanyak tiga kali dalam seharinya. Lebih baik aku memejamkan mata, melayangkan imajinasi ke tempat yang dipenuhi dengan bunga sakura (walah!), tertidur dengan sendirinya (setelah sebelumnya berucap doa), dan ketika terbangun aku mendapati diriku sudah sehat seperti sedia kala. Namun, ternyata… tidak seperti yang aku mau. Justru… badanku semakin remuk-redam keesokan harinya. Lemas, seperti orang kehilangan berliter darah. Makan tak nafsu, tidur tak nyenyak, belajar tak bergairah. Ditambah, sakit perut yang terus menggejala, lambung yang tidak beres… Oh, ada apa denganku, ya Rabb?


Kini, hanya bisa berbaring, menatap langit-langit kamar. Lantas, bayangan-banyangan itu berkecamuk, tergambar, bergonta-ganti seumpama slide yang diputar...

*
Usiaku merangkak menuju 20. Sudah bukan remaja lagi, tentunya. Dalam rentang waktu sepanjang itu, apa yang sudah aku lakukan? Apa yang sudah aku lakukan untuk orangtuaku? Untuk saudara-saudaraku? (kontribusi untuk saudara-saudara di tanah jihad Palestina… Ah, terbersit di pikiran saja aku tidak pernah. Betapa naïf…) Untuk teman-temanku? Untuk agamaku? Bahkan, untuk diriku sendiri? Apa saja yang sudah aku lakukan? Sudahkan aku memenuhi sabda Rasulullah tercinta, ‘manusia yang baik adalah yang memberi manfaat bagi manusia yang lain’? Oh, sungguh patutlah aku dianggap tidak bersyukur jika aku tidak memenuhinya. Bahkan, hamba-hamba-Mu yang cacat itu tekun berkarya dengan keterbatasan mereka. Mengapa aku yang dikaruniai kesempurnaan jiwa dan raga hanya berdiam saja?

Ya Rabb, sungguh sedikit amalku…
Ya Rabb, sungguh banyak dosaku…
Seperti apa kelak wajah ini di hadapan-Mu, ya Rabbi? Betapa malu hamba menghadap-Mu dengan amal yang sedikit ini…
Ah, hamba memang kepunyaan-Mu, ya Rabb. Engkau boleh mengambilku sesuka-Mu, kapan pun Engkau mau. Dengan cara apa pun itu…

Namun, sisi hatiku yang lain berontak. Janganlah Kau ambil nyawaku dulu, ya Rabb. Aku masih memiliki kedua orangtua yang aku harus berbakti kepadanya. Terlebih ummi, yang di telapak kakinya Kau janjikan surga. Jangan Kau ambil nyawaku dulu, ya Rabb. Aku masih belum menyempurnakan separuh din-Mu. Biarkan aku berbakti kepada imamku kelak, kunci surgaku yang kedua. Izinkan aku melahirkan anak-anak calon shalih dan shalihah, calon mujahid dan mujahidah, calon hafidz dan hafidzah. Sebagai ladang amal buatku jika kelak aku tiada.

*
Bibirnya tergetar, namun dipaksanya, meski terbata berkata-kata. Airmata merembes perlahan, kerudungnya basah. Aku tak kuasa lagi menatapnya. Hanya menunduk dalam, lantas ikutan-ikutan meneteskan airmata. Sahabatku tak kuasa lagi membacakan kisah itu, terlebih aku. Hening. Kami sesenggukan di atas lantai keramik yang dingin, suatu pagi di pojokan masjid kampus yang asri.

“Airmata ini tak sebanding dengan airmatanya untuk kita, ukhti…” ucapnya kemudian.

Di penghujung nafas terakhirnya, ia masih sempat menunjukkan cintanya, memanggil-manggil kita, umatnya. “Ya Allah, sungguh dahsyat maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku.” Kemudian, ia berbisik kepada Ali dan berpesan, “Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antara kamu.”

Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seribu tebasan pedang adalah lebih ringan daripada kematian di atas tempat tidur.” (HR Ali Bin Abi Thalib).

Insan terkasih itu merasakan sakit yang maha-dahsyat, bagaimanakah dengan hamba yang hanya manusia biasa?
Lihatlah, hamba sungguh manusia biasa. Hamba masih terbata mengeja ayat-ayat-Mu. Masih tertatih merangkak menuju cahaya-Mu. Masih berusaha memahami kalam cinta-Mu. Masih…

Kemudian, sketsa itu seolah ada di kedua lensaku…
Aku berada di tengah-tengah kerumun orang. Mereka bersimbah airmata. Doa-doa dilantunkan, yaasiiin dibacakan. Tak ada lagi jilbab putih yang anggun membingkai auratku. Yang ada justru… kafan putih menyelimuti tubuh yang sudah terbujur kaku. Kemudian, aku diangkat menuju suatu tempat. Di dalam lobang itulah aku diletakkan. Tubuhku dimiringkan, adzan dikumandangkan. Setelah itu, tanah-tanah itu mulai menimbunku. Hingga… permukaan tak terlihat lagi. Aku mendengar bunyi sandal mereka menjauh, semakin jauh. Aku ditinggal sendiri di sini. Dilupakan perlahan-lahan. Semuanya hilang tak berbekas. Tiada lagi alasan untuk berbangga hati atas prestasi, piagam, tropi, atau medali… Siapakah yang akan menemaniku nanti? Seseorang yang datang dengan wajah berseri-seri, ataukah… wajah buruk-beraroma busuk?

Tidak! Tidak, ya Allah…
Aku takut, ya Rabb. Jika menjelang ajalku, aku tak lagi memegang teguh iman Islam dalam jiwaku. Aku meragu, ya Rabb. Jika bibir ini sulit berucap syahadat di penghujung nafas terakhirku. Aku berharap, Ya Rabb. Engkau akan mengundangku dengan kalimat mesra-Mu, “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku.”

Kau hadirkan aku ke dunia dalam keadaan fitrah, maka aku meminta kematian yang suci pula, ya Rabb. Ingin aku menghadap-Mu ketika kening ini menyentuh sajadah, dengan air wudhu yang masih menetes. Bercampur dengan airmataku. Airmata rindu perjumpaan dengan-Mu…

Senyuman tersungging di bibirku
Wangi kesturi menguar dariku
Engkau dalam pikiranku
Quran di lidahku
As-sunnah di hatiku
Sejuta malaikat menyambut
Al-jannah terbuka untukku
Jadikan aku satu
Dari para bidadari syurga-Mu
Aih, indahnya kematian itu…

Maka ya Allah, jadikanlah cintaku kepada-Mu sebagai satu-satunya cinta yang mengantarku menutup mata. Maka ya Allah, jadikanlah rinduku kepada Rasul-Mu sebagai satu-satunya rindu yang bergelora dalam jiwa hingga diputuskan nyawa. Maka ya Allah, dengan penuh damba dan cinta, kabulkanlah...

Entah besok, lusa, minggu depan, tahun depan, atau nanti.. setelah ini. Ia ada di depanku. Menghadang. Satu depa, satu jengkal, atau sepersekian millimeter dariku. Ia ada. Mengintai. Maka, bersiaplah! Bersiagalah!
Ketika kurasakan ia semakin dekat… MAUT!

Biarkan aku mengadu, wahai Rabb-ku
Meski kelu bibirku
Telah payah hamba
Menjejak di gersang dunia
Menapak jalan semu dan fana
Beribu juta laksa coba mendera
Entah… telah lelah langkah
Kucoba meghapus sisa putus asa itu
Berseru:
“Mengapa perjuangan itu pahit?”
“Karena… surga itu manis.”
Aku:
Setitik yang kecil
Sedzarrah yang kerdil
Mengaduh dalam semesta keluh
Berharap menemukan cinta-Mu
Di labirin sunyi kalbuku
Terprasasti
Di sini aku masih mendaki
Mendaki rinduku
Mendaki cintaku
Ke haribaan-Mu


٠·˙ TerimaLah dia apa Adanya :) ˙·٠•


Hmm........Sekedar corat ~ coret.....di waKtu Luang......:D
S'moga ada manfaatnya waLaupun sediKit.....!!

@@

Jika kamu memancing ikan……
Setelah ikan itu terlekat di mata kail……
Hendaklah kamu mengambil ikan itu……
Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia semula kedalam air begitu sahaja…….
Kerana ia akan SAKIT oleh kerana bisanya Ketajaman mata kail kamu & mungkin ia akan MENDERITA
selagi ia masih hidup……

Begitulah juga……
Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN kepada seseorang ……
Setelah ia mulai MENYAYANGI kamu……
Hendaklah kamu MENJAGA hatinya……
Janganlah sesekali kamu terus MENINGGALKANNYA begitu saja……
Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu……
dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia masih mengingati kamu……
Jika kamu MENADAH air biarlah berpada……
Jangan terlalu berharap pada takungannya dan menganggap ia begitu teguh……
Cukuplah sekadar untuk KEPERLUANMU sahaja……Kerana apabila ia mulai RETAK ….
tidak sukar untuk kamu menampal dan memperbaikinya semula……
Dan bukannya terus dibuang begitu sahaja……

Begitulah juga……
Jika kamu sedang memiliki seseorang….TERIMALAH dia seadanya……
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan mengganggapkan dia begitu istimewa……
Anggaplah dia manusia biasa……Kerana apabila dia melakukan KESILAPAN ….
tidaklah sukar untuk kamu MEMAAFKANNYA dan MEMBOLEHKAN hubungan kamu akan TERUS hingga ke akhir hayat
Dan bukannya MENGHUKUMNYA dan MENINGGALKAN dia begitu sahaja kerana kamu merasa terlalu kecewa dengan sikapnyaLalu semuanya akan menjadi TERHENTI begitu sahaja……

Jika kamu MEMILIKI sepinggan nasi……
Yang kamu pasti baik untuk diri kamu……
Yang MENGENYANGKAN dan BERKHASIAT ……
Mengapa kamu berlengah lagi? Cuba mencari makanan yang lain……?
Kerana terlalu ingin mengejar KELAZATAN ……
Kelak, nasi itu akan BASI sendiri dan kamu sudah tidak boleh menikmatinya lagi……
Kamu akan MENYESAL ……

Begitulah juga……Jika kamu telah bertemu dengan seorang INSAN ……Yang kamu pasti boleh membawa KEBAIKAN kepada dirimu……MENYAYANGIMU …. MENGASIHIMU ….dan MENCINTAIMU ….Mengapa kamu berlengah lagi?Cuba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain……?
Terlalu mengejar KESEMPURNAAN ……?
Kelak, dia akan BERJAUH HATI dan kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang lain……
Kamu juga yg akan MENYESAL dan tidak ada gunanya lagi……

Oleh itu janganlah kita terlalu mengejar KESEMPURNAAN
kerana ia bukanlah faktor utama KEBAHAGIAAN yang sempurna,
sedangkan jika kita boleh memaafkan KESILAPAN orang yang kita sayang
dan akur dengan KELEMAHANNYA sebagai manusia biasa serta BERSYUKUR dengan apa yang kita sudah MILIKI …
kita akan BAHAGIA, BAHAGIA dan terus BAHAGIA …itu lebih BERMAKNA !

“Begitu hidup ini tiada yang abadi yg patah Kan tumbuh yang hilang Kan berganti,
namun yang berganti tidak mungkin sama seperti yang telah pergi”

 ^_^

Dicatat oleh muslimah sejati ***



IBU.....Ceritakan pada_Q tentang IKHWAN Sejati


Bismillahirrahmaanirrahiim......
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.......

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati.......
Sang Ibu tersenyum dan menjawab.......

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah...  

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...

....setelah itu, ia kembali bertanya...

" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"

Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... "Pelajari tentang dia..." ia pun mengambil buku itu
"MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu.

^_^


Untukmu yang sedang "Sendir"

Wanita muslimah laksana bunga yang menawan, wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya. Begitu indah, begitu berkilau dan menentramkan…

Teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…
Namun tentunya…tak sembarang orang berhak meraihnya….menghirup sarinya…. hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah…yang dapat memetiknya…meraih pesonanya…

Dengan harga mahal yang teramat suci…
Sebuah ikatan amat indah…bernama pernikahan…



Karena itu…sebelum saatmu tiba….
Janganlah engkau biarkan seorang muslimah layu sebelum masanya…
Jangan kau menjadikan serigala liar membuatnya bahan permainan dalam keisenganmu…
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta…

Ya…atas nama cinta…
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….
Atas nama taaruf…atas nama Cinta

Kau tau saudaraku…??
Jika seseorang jatuh cinta….maka cinta akan membungkus seluruh aliran darahnya…membekuknya dalam jari-jarinya. dan menutup semua mata…hati dan pikirannya….

Membuat seseorang lupa akan prinsipnya….
Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat…
Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan…
Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan akhwat…
Membuat seseorang menyerahkan apapun…supaya orang yang ia cintai…”bahagia” atau ridho terhadap apa yang ia lakukan…
Membuat orang tersebut lupa…bahwa….cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan….

Wahai saudaraku….akhi fillah…
Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya…

Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…

Tanam rumput beracun disekelilingnya…

Pasang semak berduri di muara-muaranya

Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati.
Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan.
Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya.
Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin…

Cinta begitu dasyat pengaruhnya…jika engkau tau….
Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…

Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya….

Berlarilah menjauhinya…
Menjauhi orang yang kau cintai….
Buat jarak yang demikian lebar padanya….
Jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu…

Biarlah air mata mengalir untuk saat ini…
Karena kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan…
Biarlah sakit ini untuk sementara waktu…
Biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan…

Karena…cinta tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita…
Kalian sendiri…

Saudaraku….
Tentunya sudah mengerti dan paham…
Bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta…
Jika dia jauh..kita merasa sakit karena rindu…
Jika ia dekat…kita merasa sakit…karena takut kehilangan….
Padahal…ia belum halal untukmu…dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal…

Karena itu…jauhilah ia…
Jangan kau biarkan dia menanamkan benih-benih cinta di hatimu….dan kemudian mengusik hatimu…
Jangan kau biarkan dia mempermainkanmu dalam kisah yang bernama cinta…
Maka…bayangkanlah keadaan ini…tentang istrimu kelak…

Saudaraku…..
Sukakah engkau..??
Apabila saat ini ternyata istrimu (kelak) sedang memikirkan pria yang itu bukan engkau..???

Sukakah engkau..??
Bila ternyata istrimu (kelak) saat ini tengah mengobrol akrab…tertawa riang…becanda…
Saling menatap…
Saling menggoda…
Saling mencubit…
Saling memandang dengan sangat…
Saling menyentuh…???
Dan bahkan lebih dari itu…??
Sukakah engkau saudaraku…??

Sukakah engkau bila ternyata saat ini istrimu (kelak) sedang jalan bersama pria lain yang itu bukan engkau…??
Sukakah engkau…??
Bila saat ini istrimu (kelak) tengah berpikir dan merencanakan pertemuan berikutnya…??
Tengah disibukkan oleh rencana-rencana…apa saja yang akan ia lakukan bersama pria itu…??

Tidak cemburukah engkau temanku..??
Bila saat ini istrimu (kelak) sedang makan bareng bersama pria lain…
Istrimu (kelak) saat ini sedang digoda oleh pria-pria….
Istrimu (kelak) sedang ditelepon dengan mesra…
Istrimu (kelak) saat ini sedang curhat dengan pria… yang berkata…”aku tak bisa jika sehari tak mengobrol denganmu…”
Tidak cemburukah…?? tidak cemburukah…?? tidak cemburukaaaaahhhhhhhh……???

Tidak terasa bagaimanakah..
Jika istrimu (kelak) saat ini tengah beradu pandangan…
Bercengkrama..
Bercerita tentang masa depannya…
Dengan pria lain yang bukan engkau…???

Sukakah engkau kiranya istrimu (kelak) saat ini tidak bisa tidur karena memikirkan pria tersebut…??
Menangis untuk pria tersebut…??
Dan berkata dengan hati hancur…”aku sangat mencintamu…aku sangat mencintaimu…???”
Tidak patah hatikah engkau…???
Sukakakah engkau bila istrimu (kelak ) berkata pada pria lain..”tidak ada orang yang lebih aku cintai selain engkau…??”
Menyebut pria tersebut dalam doanya…
Memohon pada Allah supaya pria tersebut menjadi suaminya…
Dan ternyata engkaulah yang kelak akan jadi suaminya…..dan bukan pria tersebut…???

Jika engkau tidak suka akan hal itu…
Jika engkau merasa cemburu….
Maka demikian halnya dengan istrimu (kelak)…

Dan…Allah jauh lebih cemburu daripada istrimu….
Allah lebih cemburu…saudaraku…
Melihat engkau sendirian…namun pikirannmu enggan berpindah dari wanita yang telah mengusik hatimu tersebut….
Saudaraku….kalian percaya takdir bukan..?
Saudaraku….kalian percaya takdir bukan..?

Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama…
Maka…
Sejauh apapun mereka…
Sebanyak apapun rintangan yang menghalangi…
Sebesar apapun beda diantara mereka…
Sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya…

Meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya…
Meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya…
Meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa…

PASTI tetap saja mereka akan bersatu….
Seakan ada magnet yang menarik mereka…
Akan ada hal yang datang…untuk menyatukan mereka berdua….
Akan ada suatu kejadian…yang membuat mereka saling mendekat…dan akhirnya bersatu…

Namun…
Apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh…
Maka…
Sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat…
Sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya…
Sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua…
Sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya…
Sedekat apapun…

PASTI…akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh…
Ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok…
Ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik….
Ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu…
Bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan…

Namun…yang perlu dicatat disini adalah…
Yakinlah…bahwa yang diberikan oleh Allah…
Yakinlah…bahwa yang digariskan oleh Allah…
Yakinlah…bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya..
Adalah…yang terbaik untuk kita….
Adalah….yang paling sesuai untuk kita…
Adalah…yang paling membuat kita merasa bahagia,,,,

Karena Dialah…yang paling mengerti kita…lebih dari kita sendiri…
Dialah…yang paling menyayangi kita…
Dialah…yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita…
Sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya…dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita…

Dan….yang perlu kita catat juga adalah…

JIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN SUATU HAL YANG KITA INGINKAN..ITU BUKAN BERARTI BAHWA KITA TIDAK PANTAS UNTUK MENDAPATKANNYA...NAMUN JUSTRU BERARTI BAHWA...KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI HAL TERSEBUT..

KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK SAUDARAKU...
YANG LEBIH BAIK..

Meskipun saat ini…mata manusia kita tidak memahaminya…
Meskipun saat itu…perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata…
Meskipun saat itu…otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk….

Tidak…jangan terburu-buru menvonis bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk….bahwa engkau tidak pantas….
Karena kelak…engkau akan menyadarinya…
Engkau akan menyadarinya perlahan…bahwa apa yang telah hilang darimu….bahwa apa yang tidak engkau Dapatkan….bukanlah yang terbaik untukmu…bukanlah yang pantas untukmu…bukanlah sesuatu yang baik ,,,,untukmu….

Karena itu…saudaraku…
Jangan mubazirkan perasaanmu…air matamu…waktumu….
Jangan kau umbar semua perasaan cintamu ketika engkau tengah menjalin proses taarufan…
Jangan kau umbar semua kekuranganmu…jangan kau ceritakan semuanya…
Jangan kau terlalu ngotot ingin dengannya…jika engkau mencintainya…
Karena belum tentu dia adalah jodohmu…
Pun jangan takut bila ternyata kalian tidak merasa cocok…
Karena Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kalian…

Maka…memohonlah padaNya…
Mintalah padanya diberikan petunjuk…dan dijauhkan dari segala godaan yang ada…
Karena…cinta sebelum pernikahan…pada hakekatnya adalah sebuah cobaan yang berat…
Dan…percayalah…jodoh itu tidak ada kaitannya dengan banyak sedikitnya kenalan…banyak sedikitnya teman perempuan

Sama sekali tidak…
Karena jika laki-laki yang terjaga maka Allahlah yang akan mengirimkan pendamping untuknya…
Karena laki-laki yang terjaga adalah laki-laki yang banyak didamba oleh seorang akhwat sejati…
Jadi…jagalah dirimu…hatimu…kehormatanmu…sebelum saatnya tiba…

Perbanyak bekalmu…dan doamu…
Yakinlah…bahwa Allah yang akan memilihkan yang terbaik untukmu…
Amien…

Ya Allah…karuniakanlah kami seorang pasangan yang sholeh…
Yang menjaga dirinya…
Yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya…
Yang senantiasa memperbaiki dirinya…
Yang senantiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah…
Yang baik akhlaknya…
Yang menerima kami apa adanya…
Yang akan membawa kami menuju Jannah Mu Ya Rabb…

Kabulkan ya Allah…
Segerakanlah…karena hati kami teramat lemah…dan cinta sebelum menikah adalah sebuah cobaan yang berat…

Semoga Menjadi Bahan Renungan,

Karya Indah ini ditulis Ulang dari www.oaseimani.comdengan modifikasi dan tambahan serta perubahan judul.

Publikasi Ulang dan beberapa perubahan ini semata mata agar bisa dibaca lebih luas lagi, dalam rangka saling mengingatkan tentang sebuah keharusan yang seharusnya kita lakukan, tentang garis garis Indah dalam Islam yang seharusnya kita taati untuk kebaikan kita semua.

Semoga menggugah dan menampar Hati kita yang Lalai,.
  • Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang pun yang lebih menyukai pujian daripada Allah maka oleh karena itulah Dia memuji Zat-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah maka karena itu Allah mengharamkan perbuatan keji. (Shahih Muslim No.4955)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang yang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah, yaitu jika orang mukmin melakukan apa yang diharamkan. (Shahih Muslim No.4959)

Catatan Ini adalah juga Nasihat buat diriku sendiri, 
Semoga menjadi nasihat buat siapa saja yang membacanya