Blogger Layouts
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya:

“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita yang shalihah. Bila engkau memandangnya, ia menggembirakan (menyenangkan)mu. Bila engkau perintah, ia menaatimu. Dan bila engkau bepergian meninggalkannya, ia menjaga dirinya (untukmu) dan menjaga hartamu.”

Jumaat, 15 April 2011

<< MENCINTAMU SEBAGAIMANA ADAMU... >>

“ Angka cepuluh, nich yeeeee….” masih terngiang olokan adekku tadi sore. Mbak Vita, kakak perempuanku yang mendengar waktu itu pun ikut senyum-senyum, sementara ibu yang menegur adikku tampak  sekali untuk tidak terpancing dengan situasi yang ada. Aku hanya cemberut tanpa bisa berkata apa-apa.

Postur tubuhku memang lumayan semampai, dengan tinggi 165 cm dan berat badan 54 kg. Sedangkan suamiku bertubuh gemuk dengan tinggi badan 155 cm. Seringkali ada rasa malu yang menghinggapiku jika harus berjalan berdua. Jika bepergian bersama, aku lebih memilih naik sepeda motor dibanding naik kendaraan umum. Acapkali aku merasa tak nyaman dengan pandangan orang-orang.

Hari Ahad besok ada undangan walimah di tempat saudara sepupu. Sebenarnya aku sangat senang karena kemungkinan besar bakal berjumpa dengan saudara-saudaraku yang sudah cukup lama tak bertemu, akan tetapi  aku mendadak jadi badmood. “ Adek sayang, motornya belum sempat diservis. Tadi pagi remnya kurang makan.  Besok kita naik angkot aja ya,” suamiku berkata penuh kelembutan.

“ Ga mau, ah… Pokoknya naik motor aja. Lagian ngapain juga motornya ga dikasih makan sampe kenyang,” aku menjawab seenaknya.  Terbayang di benakku orang-orang yang memandang aneh dan berbisik-bisik karena melihat kami.

“Ayolah Kak, bawa ke bengkel sekarang aja. Paling-paling cuma beberapa menit dah beres lagi. Kalo naik angkot kan lebih lama,” kataku kemudian sambil merajuk.

“Iya-iya, tapi jangan lupa siapin jahe hangatnya ya. Dah mendung banget, sepertinya bentar lagi bakal turun hujan.”

“Baik, Kakak sayaaaaang,”  senyumku pun mengembang. Lega rasanya karena besok tidak jadi naik angkot.

~~@~~

Di tengah perjalanan, aku dikejutkan dengan pemandangan yang luar biasa. Mataku yang waktu itu mulai mengantuk tiba-tiba terbelalak. Tampak sepasang suami istri yang sangat mesra. Sang istri menggamit erat lengan suaminya. Bukan hanya kemesraannya yang mengagetkanku tetapi postur tubuh sepasang sumi istri itu yang tak jauh berbeda dengan kami, bahkan suaminya jauh lebih gemuk dibanding suamiku.

Belum habis keterkejutanku, tiba-tiba suamiku  menghentikan motornya. “Assalamu’alaikum…,” sapa suamiku.

“Wa’alaikum salam… Waaaaah, lama tak jumpa,” dia menjabat erat  tangan suamiku sementara istrinya mengangguk dan tersenyum padaku. Ternyata orang itu  adalah  sahabat suamiku, Andri Priyatna yang biasa diceritakan tapi baru saat ini aku berkesempatan bertemu beliau dan istrinya. Aku pun berkenalan dan berbincang akrab dengan Yuni, istrinya yang sebaya denganku.

~~@~~

Alhamdulillah hari ini aku libur sedangkan  suamiku  ada acara dadakan di kantornya. Terpikir untuk berkunjung ke rumah mbak Yuni. Kutelpon suamiku, “ Assalamu’alaikum, Kakak. Di rumah sepi banget, bolehkah adek silaturahmi ke tempat  mbak Yuni?”

“Wa’alaikum salam waramah. Mbak Yuni yang mana ya?” suamiku malah balik bertanya.

“Aduuuhh kakaaaaak… Itu lho  mbak Yuni istrinya mas Andri, sahabat kakak,” jawabku gemes.

“Ooo… hehehe… iya, maaf kakak lupa. Maklumlah, Cuma ada satu wanita manis yang paling kakak ingat. Anne Susanti tersayang. Adek sudah punya alamat rumahnya atau belum?”

“ Kakak lebay, hehehe… Udah dong Kak. Adek berangkat dulu ya. Assalamu’alaikum, Kakak sayaaang,” penuh riang kujawab pertanyaan suamiku.

“Wa’alaikum salam warahmah, hati-hati Dek. Pulangnya jangan terlalu sore ya,” pesan suamiku.

“Iya, Kak. Terima kasih,” segera kuakhiri pembicaraan. Mumpung belum terlalu siang, aku segera bergegas mengayun langkah ke luar rumah.

~~@~~

Alhamdulillah sampai juga. Butuh sekitar tiga puluh menit hingga tiba di rumah kontrakan mbak Yuni. Tak ada halaman, hanya teras kecil yang dipakai untuk berjualan gorengan. Kontrakannya pun tidak luas, berbeda sekali dengan rumah kontrakan kami yang jauh lebih luas dan asri.

Kulihat mbak Yuni sedang sibuk melayani pembeli. Kutunggu beberapa saat hingga mulai sepi dan kuucapkan salam. Dia  segera menjawab salam dan menyambut kehadiranku.

“Maaf ya mbak An, jadi sungkan nich. Koq ga kasih kabar kalau mau ke sini. Ayo masuk dulu,” tersungging senyum manisnya.

“Ga pa-pa mbak, aku yang minta maaf. Jadi merampas waktu mbak Yuni,” gantian aku yang merasa sungkan.

“ Mbak Anne, kaya’ nemuin siapa aja sich. Aku ini cuma penjual gorengan bukan pejabat atau politisi yang super sibuk, hehehe,” kelakar mbak Yuni mencairkan suasana.

Cukup lumayan lama kami berbincang tentang banyak hal. Hingga tiba-tiba terdengar suara orang mengucapkan salam. Serentak kami menjawabnya. Kulihat mbak Yuni segera mematut diri. Wajahnya tampak sangat riang. Segera disambutnya lelaki itu, yang tak lain adalah suaminya. Penuh takzim dia cium tangan suaminya.

“Sepertinya Abang capek sekali, Yuni bikinin es teh dulu ya,” diusapnya peluh yang menetes di dahi suaminya.

“Iya dek, tadi  salah satu ban gerobaknya pecah, makanya Abang pulang lebih awal. Maaf ya dek, baksonya belum banyak yang kejual. Insya Allah habis dzuhur Abang betulin dulu,”

“Ga pa-pa, Bang. Yang penting Abang baik-baik saja. Soal bakso kan bisa dijual besok lagi,” tampak senyum ketulusan di wajah mbak Yuni.

“Eh, ada tamu. Maaf mbak. Saya permisi ke dalam dulu ya,” suami mbak Yuni tampak sungkan karena tak menyadari kehadiranku di situ. Beliau segera masuk kamar.

Belum sempat aku menjawab, mbak Yuni sudah berkata,”Astaghfirullah, mohon maaf ya mbak Ann, sampai dianggurin kaya gini.”

“Ngga pa-pa kok mbak, kebetulan juga saya mau pamit. Sekalian mau belanja kebutuhan rumah. Terima kasih ya mbak, sudah meluangkan waktu untuk saya. Kalau mbak Yuni ada waktu, silaturahmi ke tempat saya ya,” aku beranjak dari tempat dudukku dan menyalaminya.

“Jangan kapok ya, insya Allah saya akan ke sana. Terima kasih sudah berkenan datang ke sini,” tersirat kesungguhan dalam kata-katanya.

“Sama-sama, Mbak. Assalamu’alaikum….”

“Wa’alaikum salam,” diantarnya aku hingga di teras kecilnya.

~~@~~

Matahari makin terik ketika kulangkahkan kaki menuju rumah. Sambil berjalan, kuingat kejadian-kejadian di tempat mbak Yuni. Banyak hikmah yang kupetik dari silaturahmi tadi. Aku merasa malu sekali pada diriku sendiri. Selama ini aku tak pernah bersikap seperti itu.

Mulai saat ini, aku, Anne Susanti akan berubah menjadi istri yang benar-benar manis. Tidak akan mudah merajuk lagi dan bersyukur dengan segala keadan suamiku. “I love you, Kakak. Sudah semestinya aku bangga mempunyai suami yang begitu perhatian dan sabar seperti engkau,” kataku dalam hati.

~~@~~
[Mohon maaf bila ada kesamaan nama, kisah, ataupun hal lainnya karena memang ada yg disengaja maupun tidak ;)]

aku menunggumu.......

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Ini bukan sekedar kata-kata agar kamu jatuh hati padaku, namun ini
adalah kejujuranku. Mengapa aku berkata seperti ini? Karena aku menyukai
orang-orang yang mencintaiNya. ... yang mencintai RasulNya... dan denganmu...
kuharap keteguhanmu bisa mengajakku serta untuk semakin mencintaiNya. ..

Aku merindukanmu karena Allah

Ini bukan untaian rahasia dalam hatiku untuk memikatmu. Mengapa aku
berkata seperti ini? karena aku tahu... mengucapkan ikrar suci itu
menyempurnakan hidupku. Dan... Pernikahan adalah sunnah Rasullullah dan
Rasulullah adalah kekasih Allah. Cinta adalah anugerahNya yang ditumbuhkan
dihati orang-orang yang dikehendakiNya. Bagaimana aku tidak merindukan
kehadiranmu wahai kekasih.... to come in my life ???

Aku menunggumu karena Allah

Ini bukan rajutan perasaan untuk sebuah penantian. Mengapa aku berkata
seperti ini? Karena aku tahu, diriku terlalu banyak kekurangan.. . dan
karenanya... aku butuh seseorang yang lebih halus untuk menaklukkan hatiku
yang tegas dan yang lebih tangguh untuk menguatkan hatiku yang lemah dengan ijinNya...

Aku tahu... terlalu banyak yang harus aku perbaiki... karenanya, aku menunggumu untuk menjadi pendamping hidupku... aku menunggumu untuk
lebih membimbingku dengan tulusmu... untuk lebih mengajariku dengan
sabar hingga kenikmatan imanku terhadapNya semakin dalam dengan
ijinNya.... disetiap harinya... untuk selama-lamanya Amin...

Aku tahu, dalam hatiku... aku tak ingin hidup sendiri, karenanya, aku
berharap... Allah menganugerahkan padaku seorang imam untuk berbagi
banyak hal dan menerima apa adanya diriku beserta keluargaku.. .
Kekasih... bila Engkau benar-benar ada dalam hidupku...
semoga Allah memantapkan hati kita dan mendekatkan kita dijalan yang lebih Ia Ridhoi
Amin...

Aku mencintaimu karena Allah... aku merindukanmu karena Allah dan aku menunggumu karena Allah...
diraga manakah jiwamu bersemayam?? ?
Dari sini aku menatap jejakmu dengan raga yang menari bersama angin...
diantara gemuruh ombak kerinduanku
Rasakan getarku... yang membiarkan selarik bintang menemanimu serta untuk menjemputku. ..
meski mungkin tak ada peta yang bisa dirimu genggam...
ijinkan bisik hatiku sebagai petunjuk arahmu dengan ijinNya...

Ya Rabbi... redamkanlah rinduku dijalan yang terbaik menurut Engkau untuk dunia dan akhiratku Amin....
Bila kerabat dan teman tak lagi cukup untuk menemani kehidupanku. ..
maka hari itu adalah yang aku tunggu... apakah dia, jawaban itu???

Untuk Para Lelaki

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Ia adalah bagian dari tulang rusukmu,Ia adalah belahan jiwamu, Ia adalah tawanan di tanganmu, Padanya sumber ketenangan, cinta kasih dan ketentraman karena demikanlah Allah menciptakannya untukmu, Ia adalah pakaian bagimu, dan yang terutama dan utama ia adalah amanah yang Allah berikan untukmu,…Bagaimanakah engkau memperlakukan amanah itu?? …Terlalu banyak wasiat tersebar untuk para istri seakan islam adalah agama yang hanya mengutamakan para suami dan kaum lelaki.


Padahal tidaklah demikian,islam membela kaum wanita memuliakan dan mengangkat derajat mereka.Wanita adalah orang yang disucikan, ibu para ulama, ibu para panglima, dan ibu para pembesar, Bukankah ia adalah ibu Umar,ibu Anas,ibu Umar bin Abdil Aziz, ibu imam Ahmad, ibu imam Syafi’i, ibu Shalahudin,ibu Ibnu Taymiyah, ibu Ibnul Qayyim dan yang lainnya?? Untuk para suami risalah ini kutulis sebagai penyejuk hati bagi kaum wanita dan para istri.

Wahai hamba Allah yang bertakwa,…berbahagialah dan bersyukur pada-Nya atas nikmat istri yang Allah karuniakan kepadamu.Dengannya terjagalah jiwa dan tubuhmu dari melakukan hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketika habis masa bulan madumu,… tiba-tiba kini engkau tidak lagi memiliki waktu. Waktu untuk bergurau dan bercengkrama dengan istri tercinta. Bila sang istri meminta,maka kaupun berkilah betapa lelah dan penatnya hari-harimu disibukkan dengan
pekerjaanmu. Rumah hanya menjadi hotel untukmu, datang dan pergi sesuka hatimu, Ketika kepalamu menyentuh bantal engkau mendengkur laksana tiada orang lain di sisimu.


Karena itu hendaklah suami senantiasa bertakwa kepada Allah dalam menghadapi istri dengan memberikan kasih sayang, kelembutan, kesetiaan dalam menjaganya, memberinya nafkah sesuai dengan kemampuan suami, pakaian dan janji setia.


Ironis memang, dan inilah yang penulis dapati bahkan telah menjadi slogan di negri ini 3 hal yang senang dilakukan sebagian kaum lelaki disini pertama senang bergonta-ganti telpon genggam (HP) kedua mereka senang bergonta-ganti mobil dan yang ketiga mereka senang bergonta-ganti wanita,…waliyyadzubillah. Kepada Allah kita memohon pertolongan, istri bagi mereka disamakan dengan telepon genggam dan mobil. Mereka tidak berusaha mengurus rumah tangga dengan baik. Kecenderungan mereka adalah bersenang-senang dengan para wanita serta mencari kenikmatan dari setiap wanita, sehingga hal itu menjadikan mereka sering melakukan thalak dan nikah.Padahal Rasulullah telah bersabda: Aku tidak menyukai laki-laki yang senang mencicipi wanita dan wanita yang senang mencicipi laki-laki” (HR. Thabrani dan Daruquthni).


Semoga Allah memberi mereka hidayah dan menunjuki mereka kejalan yang lurus, amin.

Hal lain yang sering dilakukan para suami adalah seringnya mereka memukuli para istri ketika mereka sedang emosi atau marah. Mereka beralasan dengan memukul istri maka istri mereka akan takut kepada suami, suami menjadi berwibawa. Padahal bila mereka mau sedikit melirik kepada Rasulullah, beliau adalah manusia yang paling berwibawa akan tetapi tidak pernah ditemukan beliau memukul istri-istrinya tangan beliau hanya digunakan untuk memukul musuh-musuh Allah


Wahai para suami,….setiap rumah tangga tentu mempunyai problema, karena memang demikianlah sebagai ujian dan cobaan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.Sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga dituntut untuk pandai dan cermat menyiasati apa yang terjadi diantara hubungan mereka berdua. Kelapangan hati untuk meredam emosi akan membawa pada kebaikan dan keindahan. Kehalusan sikap akan mencairkan hati yang beku dan melunakkan gunung yang keras.Lihatlah bagaimana Rasulullah dalam menghadapi kemarahan Aisyah, beliau justru tersenyum menghadapi hal itu dengan penuh kesabaran dan keagungan.


Duhai para suami tercinta,…engkau berharap istri-istrimu mencintaimu dengan sepenuh hati. Engkau meminta mereka untuk setia dan taat kepadamu. Engkau meminta mereka agar bakti dan kasihnya tercurah padamu. Engkau mendambakan agar mereka merindukanmu ketika jauh darimu. Tapi engkau lupa menyematkan cinta kasih dihati istri-istrimu??.Cukuplah ayat dibawah ini sebagai penutup dan renungan bagi para suami yang mendambakan kebahagiaan dalam rumah tangga mereka di dunia dan akhirat. “dan pergaulilah mereka dengan cara yang patut kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” {An-Nisaa:19}. Wallahu a’lam


Suara hati seorang Wanita

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Ya Rabbi, Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat Agung-Mu.
Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia- sia.
Seorang pria yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada disebelahnya.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Dan aku juga meminta: Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata- kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan "Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan.

~..~ SAAT KAU MENYUKAI SESEORANG ~..~

Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan kebahagiaanmu.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menemanimu & bercerita?”
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,?Bolehkah aku memelukmu??
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya?

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata ?Sudahlah, jangan menangis.?
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, ?Mari kita selesaikan masalah ini bersama - sama.?

SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, ?Ia sangat cantik dan menawan.?
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, ?Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..?

Pada saat orang yang kau SUKAi menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau SAYANGi menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kau CINTAi menyakitimu, kau akan berkata, ?Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan.?

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus?

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

SUKA adalah hal yang menuntut.
SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.




Akhi.. Ku tunggu pinanganmu..

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Akhi..
Jangan engkau puja puji kami bila pujianmu hanyalah janji-janji yang tak menentu. Hanya membuatku terlena dan terbuai hingga kami lupa bahwa kita sedang bermaksiat. Kau puji diriku,tapi kau hanya ingin membuatku tersenyum dan makin terbuai rayuanmu. Tidak.. tidak akhi,kami ingin kau puji setelah kau halal bagiku. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..
Tak akan kami langgar iffah ku dengan ajakan khalwat dari mu.
Engkaupun sebenarnya tau,hal itu hanya akan menimbulkan badai kelabu yang membuat kita tak berdaya karna pihak ketiga yang tak lain syetan yang ada di dekat kita. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..
Jagalah sikapmu pada kami,maka akankami jaga sikapku padamu,kami lemah akan sanjunganmu. Kecintaan ini ingin kami persembahkan kelak untuk suami,cinta nan kasih ini yang akan kami tuai untuk mencari ke ridhoan suami kelak. Jadi bagaimana mungkin kami mencinta pada hal yang tidak halal bagi kami, tentu Allah tak akan pernah ridho pada kami. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..
Jilbabku untuk melindungi kehormatan kami,santun kami untuk menjaga iffah . Jangan kau lenakan kami agar kami lepas kehormatan di hadapanmu sebelum engkau halal bagi kami. kami ingin engkau ikut menjaga kehormatan kami dengan menjaga kami,bukan malah membawa pada kenistaan. Agar kau mampu menjaga kami secara utuh,Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..
kami memang tak sesempurna Aisyah dalam kecerdasan nya ataupun Fatimah dengan kelembutannya. Tapi kamiakan berusaha cerdas layaknya Aisyah dalam naunganmu dan kami akan berusaha selembut Fatimah dalam menenangkanmu.Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..
Kau memang tak sehebat Ali ataupun sekuat Umar,tapi kau akan menjadi hebat layaknya Ali ketika kau menjaga kami dalam kelemahan kami dan kau akan sekuat Umar agar kami tidak selalu menjadi tulang yang bengkok. Kami butuh imam yang bisa menjaga ke imanan,bukan yang mebawa kami pada jurang maksiat. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Sungguh,kami memang tidak mampu menahan kala kami jatuh hati,tapi kami tak akan mengobral pesona kami hanya karna cinta yang menuntut nafsu pada keramahan syetan pada kami. Bukanlah jatuh cinta bila kau ajak kami pada kemaksiatan. Bila kau memang jatuh cinta pada kami,jangan kau bebankan deritamu pada hati yang akan memuntutmu untuk berbuat nista. Ijinkan kami menjaga hatimu,agar kita bisa menjelang bersama Jannah Nya.Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..


“Wahai jika engkau memiliki cinta
Dan telah terdorong dengan kerinduan
Maka anggaplah jarak perjalanan itu dekat
Karna kecintaan dan kerelaanmu pada penyeru
Ketika mereka menyeru..!!
Maka katakanlah,kami penuhi panggilanmu.
Seribu kali dengan sempurna
Janganlah kau berpaling
Hanya karna melihat gerimis
Jika engkau melihatnya “( Fii Zilalil Mahabbah )”