Blogger Layouts
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya:

“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita yang shalihah. Bila engkau memandangnya, ia menggembirakan (menyenangkan)mu. Bila engkau perintah, ia menaatimu. Dan bila engkau bepergian meninggalkannya, ia menjaga dirinya (untukmu) dan menjaga hartamu.”

Sabtu, 2 Julai 2011

REDHO...







Ini la yng dinamakn jodoh. Semua itu ketentuan ALLAH yng Maha Esa. Walau sehebat mana cinta kita kepada seseorang, tetapi jIka itu bukan jodoh kita, pasti terpisah juga akhirny. Terima la siapa pown jodoh kita kerana ALLAH telah berjanji, lelaki yg baik untk wanita yg baik. sebagai hamba-Nya, berusahala untuk menjadi yg terbaik kerana di sebalik kepahitan itu pasti terselit jua setitis kemanisan. Tuhan jadikan manusia itu berpasang-pasangan. Jika tidak bertemu di dunia, pasti di syurga nanti akan hadir seseorang yng setia menanti. Berdoala agar dipermudahkn segala urusan di dunia & di akhirat.


cinta sejati

Ya Allah,
jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin,
jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah,
jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta dunia.
Ya Rabbana,
jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati,
jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah,
jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.
Ya Allah,
jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya
bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah,
jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu

MUTIARA KATA UNTUK SAHABAT2 KU...








SAHABAT 

Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi.Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau suburkan dengan penuh rasa terima kasih.Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.

Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian. Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak berusaha mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang mensia-siakan sahabat yg telah dicari.Supaya engkau memperoleh sahabat, jadikan dirimu sendiri lebih dulu sanggup menyempurnakan menjadi sahabat orang lain.
Ungkapan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang.Sahabat yang baik adalah orang yang berkata benar, dan bukannya orang yang hanya membenarkan kata-kata.

Sahabat sejati adalah mereka yang sanggup berada disisimu ketika kamu memerlukan dukungan. walaupun saat itu mereka sepatutnya berada di tempat lain yang lebih menguntungkan.Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika kamu berkata, ” Tinggalkan aku sendiri “.Kesunyian bukanlah sekutu derita,melainkan sahabat ketinggian jiwa.Ilmu dan kepandaian itu adalah sahabat yang setia dalam hidupsampai kepada penghabisan umur.

Persahabatan yang sejati akan membawa kepada kerinduan yang abadi
Prang yang rugi ialah orang yang tidak memperoleh sahabat…dan yang paling rugi ialah yang ditinggalkan oleh sahabat
Sesungguhnya persahabatan itu lebih unggul daripada percintaanTanpa persahabatan, percintaan akan berakhirTetapi tanpa percintaan, sahabat boleh kekalOleh itu, hargailah persahabatan yang terjalin
Kerana sahabat mewakili suatu kekuatan
Sahabat yang paling baik adalahDiri kita yang sendiri tahu menilai setiap apa yang kita lakukan
Hadiah yang beharga dalam erti kata sahabat yang sebenarAdalah memberi yang terbaik dari diri anda sendiri

Bergaullah dengan manusia sebaiknyaSehingga kalau kamu mati mereka tangisiDan kalau hidup mereka selalu merindui kamu
Yang indah itu pertemuanYang manis itu kemesraanYang pahit itu perpisahanYang tinggal hanyalah kenangan
TEMAN MENANGIS Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa denganmu,
tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis denganmu





rindu pada kalian...

Bersiap lah sebelum aq dtg menjemput

bismillahirrahmanirrahim..
assalamu'alaikum wr wb..

Berbekallah dengan taqwa, sebab engkau tidak tahu
ketika malam sudah gelap apakah engkau akan hidup hingga terbit fajar
Betapa banyak calon pengantin perempuan yang telah di dandani untuk calon suaminya
Ternyata, nyawa sudah tercabut ketika malam yang ditentukan tiba
Betapa banyak anak kecil berharap panjang umur
Trnyata arwah mereka malah dimasukkan ke dalam gelapnya liang kubur
Betapa banyak orang sehat mati tanpa (diawali) penyakit
Dan betapa betapa banyak orang sakit hidup hingga waktu yang lama
Betapa banyak pemuda yang menghabiskan pagi dan petangnya dalam kelalaian
Padahal kain kafannya sedang ditenun tanpa ia sadari..


Betapa banyak orang yang di pagi hari masih tinggal di istananya
Dan di waktu sore sudah menjadi penghuni kubur
Maka, bertaqwalah selalu kepada Allah swt
Karena itulah keamanan dari kegoncangan-kegoncangan di padang mahsyar.


Kematian setiap hari membentangkan kain kaffan
Sementara kita lalai dari hal yang sedang menuju kita
Jngan merasa tenang dengan dunia dan gemerlapnya
Walaupun ia berpakaian terindahnya
Dimana orang-orang tercinta, dimana tetangga, apa yang mereka perbuat
Dimana orang-orang yang dulu pernah tinggal bersama kita
Kematian mereka reguk dari gelas yang keruh
Lalu kita menjadi tergadai dibawah gundukan tanah.


Kita memohon kepada Allah swt agar menjadikan akhir dari semua urusan kita adalah kebaikan. Dan menjadikan akhir hidup kita adalah kebaikan serta menjadikan kita selalu bersiap untuk berjumpa dengan-Nya, dan mencabut nyawa kita dalam kondisi beramal dengan amalan yang DIA Ridhoi. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.


semoga catatan ini bermanfaat,untuk dunia dan akhirat...

salam....

Luahan Yang Terpendam




Maafkan aku sekiranya tak termampu
Untuk mencurahkan semua isi hati ku
Ternyata tak terkata, rindu ku pada mu

Ku takkan bisa menjadi lebih dari apa yang terdaya
Namun ku tetap berjanji akan masih mencoba
Untuk memujuk hati mu mencintai aku
Kerna semua yang ada hanyalah untuk mu

Secebis perasaan yang ku hamparkan
Membawa sejuta harapan
Menagih cinta teragung dari mu

Ku takkan bisa menjadi lebih dari apa yang terdaya
Namun ku tetap berjanji akan masih mencoba
Untuk memujuk hati mu mencintai aku
Kerna semua yang ada hanyalah untuk mu

Maafkan aku sekiranya tak termampu
Untuk mencurahkan semua isi hati ku

Rahsia buat ukhty

Agar wajah selalu segar, berseri-seri, dan cantik, cucilah minimal 5 kali sehari yaitu dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan oleh handuk, biarkan menetes dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir dan berdo’a

Untuk menghilangkan stress, salah satu penyebab kerut di wajah, perbanyaklah ‘olah raga’. Jika tidak ada waktu untuk pergi ke studio fitness, spot-gym, dll, cukup dengan memperbanyak sholat. Dengan sholat berarti kita menggerakan seluruh tubuh. Konsultasikan semua keluh kesah kita pada Dzat Yang Maha Tahu - Allah SWT dengan dzikir dan do’a

 Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyum. Tidak hanya di bibir tapi di hati juga. Katakan pada diri sendiri anda adalah cantik dan tidak memerlukan segala macam operasi plastik. Tidak lupa membisikan kata kunci “Allahuma kamma hassanta khalgii fahassin khulqii” “Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaq ku” (HR Ahmad).

Untuk mendapatkan bibir cantik, bisikan kalimat-kalimat Allah, tidak berkata bohong, atau menyakiti hati orang lain, tidak dipakai menyombongkan diri atau takabur.

Agar tubuh langsing, singset dan mulus, lakukan diet yang teratur yaitu dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi berpuasa seperti nabi Daud AS. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, air putih.

 Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.

SELAMAT MENCOBA SAHABATKU ........


pakaian khas untuk mu ukhty

Betapa banyak kita lihat saat ini, wanita-wanita berbusana muslimah, namun masih dalam keadaan ketat. Sungguh kadang hati terasa perih. Apa bedanya penampilan mereka yang berkerudung dengan penampilan wanita lain yang tidak berkerudung jika sama-sama ketatnya[?]

Oleh karena itu, pembahasan kita saat ini adalah mengenai pakaian wanita muslimah yang seharusnya mereka pakai. Pembahasan kali ini adalah lanjutan dari pembahasan "Wanita yang Berpakaian Tetapi Telanjang". Semoga bermanfaat. Hanya Allah lah yang dapat memberi taufik dan hidayah. 

Allah Ta’ala berfirman,


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59).

Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.

Allah Ta’ala juga berfirman,


وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31).

Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.

Dari tafsiran yang shohih ini terlihat bahwa wajah bukanlah aurat. Jadi, hukum menutup wajah adalahmustahab (dianjurkan). (Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amru Abdul Mun’im, hal. 14)


Syarat Pakaian Wanita yang Harus Diperhatikan


Pakaian wanita yang benar dan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya memiliki syarat-syarat. Jadi belum tentu setiap pakaian yang dikatakan sebagai pakaian muslimah atau dijual di toko muslimah dapat kita sebut sebagai pakaian yang syar’i. Semua pakaian tadi harus kita kembalikan pada syarat-syarat pakaian muslimah.

Para ulama telah menyebutkan syarat-syarat ini dan ini semua tidak menunjukkan bahwa pakaian yang memenuhi syarat seperti ini adalah pakaian golongan atau aliran tertentu. Tidak sama sekali. Semua syarat pakaian wanita ini adalah syarat yang berasal dari Al Qur’an dan hadits yang shohih, bukan pemahaman golongan atau aliran tertentu. Kami mohon jangan disalah pahami.

Ulama yang merinci syarat ini dan sangat bagus penjelasannya adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah –ulama pakar hadits abad ini-. Lalu ada ulama yang melengkapi syarat yang beliau sampaikan yaitu Syaikh Amru Abdul Mun’im hafizhohullah. Ingat sekali lagi, syarat yang para ulama sebutkan bukan mereka karang-karang sendiri. Namun semua yang mereka sampaikan berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shohih.


Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki.


Syarat keduabukan pakaian untuk berhias seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai politik! Yang terkahir ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan di antara kaum muslimin.

Allah Ta’ala berfirman,


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33).

Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu dapat menggoda kaum lelaki.


Ingatlah, bahwa maksud perintah untuk mengenakan jilbab adalah perintah untuk menutupi perhiasan wanita. Dengan demikian, tidak masuk akal bila jilbab yang berfungsi untuk menutup perhiasan wanita malah menjadi pakaian untuk berhias sebagaimana yang sering kita temukan.

Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh. Pakaian muslimah juga harus longgar dan tidak ketat sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.

Dalam sebuah hadits shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.” (HR.Muslim)


Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga dapat menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, 125-126)

Cermatilah, dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.


Syarat keempattidak diberi wewangian atau parfum.

Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ


Perempuan mana saja yang memakai wewangian, lalu melewati kaum pria agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah wanita pezina.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih). Lihatlah ancaman yang keras ini!


Syarat kelimatidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,


لَعَنَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - الْمُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ ، وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ

Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR. Bukhari no. 6834)


Sungguh meremukkan hati kita, bagaimana kaum wanita masa kini berbondong-bondong merampas sekian banyak jenis pakaian pria. Hampir tidak ada jenis pakaian pria satu pun kecuali wanita bebas-bebas saja memakainya, sehingga terkadang seseorang tak mampu membedakan lagi, mana yang pria dan wanita dikarenakan mengenakan celana panjang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ


”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

Betapa sedih hati ini melihat kaum hawa sekarang ini begitu antusias menggandrungi mode-mode busana barat baik melalui majalah, televisi, dan foto-foto tata rias para artis dan bintang film. Laa haula walaa quwwata illa billah.


Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh).

Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِى الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا

Barangsiapa mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)


Pakaian syuhroh di sini bisa bentuknya adalah pakaian yang paling mewah atau pakaian yang palingkere atau kumuh sehingga terlihat sebagai orang yang zuhud. Kadang pula maksud pakaian syuhroh adalah pakaian yang berbeda dengan pakaian yang biasa dipakai di negeri tersebut dan tidak digunakan di zaman itu. Semua pakaian syuhroh seperti ini terlarang.


Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.

Dari Diqroh Ummu Abdirrahman bin Udzainah, dia berkata,


كُنَّا نَطُوفُ بِالْبَيْتِ مَعَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ فَرَأَتْ عَلَى امْرَأَةٍ بُرْداً فِيهِ تَصْلِيبٌ فَقَالَتْ أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ اطْرَحِيهِ اطْرَحِيهِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى نَحْوَ هَذَا قَضَبَهُ


“Dulu kami pernah berthowaf di Ka’bah bersama Ummul Mukminin (Aisyah), lalu beliau melihat wanita yang mengenakan burdah yang terdapat salib. Ummul Mukminin lantas mengatakan, “Lepaskanlah salib tersebut. Lepaskanlah salib tersebut. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat semacam itu, beliau menghilangkannya.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Ibnu Muflih dalam Al Adabusy Syar’iyyah mengatakan, “Salib di pakaian dan lainnya adalah sesuatu yang terlarang. Ibnu Hamdan memaksudkan bahwa hukumnya haram.”


Syarat kedelapanpakaian tersebut tidak terdapat gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan).
Gambar makhluk juga termasuk perhiasan. Jadi, hal ini sudah termasuk dalam larangan bertabaruj sebagaimana yang disebutkan dalam syarat kedua di atas. Ada pula dalil lain yang mendukung hal ini.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahku, lalu di sana ada kain yang tertutup gambar (makhluk bernyawa yang memiliki ruh, pen). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau langsung merubah warnanya dan menyobeknya. Setelah itu beliau bersabda,


إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ الذِّيْنَ يُشَبِّهُوْنَ ِبخَلْقِ اللهِ


Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah yang menyerupakan ciptaan Allah.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan ini adalah lafazhnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, An Nasa’i dan Ahmad)


Syarat kesembilan: pakaian tersebut berasal dari bahan yang suci dan halal.


Syarat kesepuluh: pakaian tersebut bukan pakaian kesombongan.

Syarat kesebelas: pakaian tersebut bukan pakaian pemborosan .

Syarat keduabelas: bukan pakaian yang mencocoki pakaian ahlu bid’ah.

Seperti mengharuskan memakai pakaian hitam ketika mendapat musibah sebagaimana yang dilakukan oleh Syi’ah Rofidhoh pada wanita mereka ketika berada di bulan Muharram. Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa pengharusan seperti ini adalah syi’ar batil yang tidak ada landasannya.

Inilah penjelasan ringkas mengenai syarat-syarat jilbab. Jika pembaca ingin melihat penjelasan selengkapnya, silakan lihat kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Kitab ini sudah diterjemahkan dengan judul ‘Jilbab Wanita Muslimah’. Juga bisa dilengkapi lagi dengan kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Amru Abdul Mun’im yang melengkapi pembahasan Syaikh Al Albani.

Terakhir, kami nasehatkan kepada kaum pria untuk memperingatkan istri, anggota keluarga atau saudaranya mengeanai masalah pakaian ini. Sungguh kita selaku kaum pria sering lalai dari hal ini. Semoga ayat ini dapat menjadi nasehatkan bagi kita semua.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)

Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua dalam mematuhi setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.


Alhamdullillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat.



Rujukan:
1. Faidul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, Mawqi’ Ya’sub, Asy Syamilah
2. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Maktabah Al Islamiyah-Amman, Asy Syamilah
3. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh ‘Amru Abdul Mun’im Salim, Maktabah Al Iman
4. Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, Ibnul Jauziy, Darun Nasyr/Darul Wathon, Asy Syamilah
5. Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, An Nawawi, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah

Untuk Akhwat dan Ummahat yang Telah 'Mengaji

Pagi ini kami mendengarkan tausyiah dari seorang ustadz melalui sebuah radio ahlus sunnah, alhamdulillah.. Beliau menjelaskan tentang keutamaan akhlak yang baik sehingga sampailah penyampaian beliau tentang salah satu perkataan para ulama hadist yaitu, "Kami mempelajari akhlak dari guru-guru kami lebih lama daripada kami... mempelajari periwayatan darinya.."


Mendengar tausyiah ustadz tersebut maka pemikiran kami langsung terhubungkan kepada salah satu kejadian yang membuat kami agak terganggu sehingga jadilah tulisan ini. Sebelum kalian membacanya mohon maafkan kami jika ada salah-salah kata dalam penuturan kami selanjutnya, sekali lagi mohon maafkan kami..


***
Wahai penduduk kampung fesbuk,..

Betapa tidak akan berkata begitu mereka para ulama ahli hadist itu, karena bukankah akhlak itu tidak hanya dipelajari dari kata-kata saja, dari atas mimbar-mimbar saja, tapi dalam setiap sendi kehidupan manusia??


Oleh sebab itu kami nasihati diri-diri kami sendiri dan untuk selanjutnya pula kami nasihatkan kepada kalian semuanya agar berhati-hatilah dalam mengupdate status-status kalian, apalagi bagi kalian yang telah diklaim oleh kawan-kawan kalian sebagai akhwat dan ummahat yang telah 'mengaji', diklaim sebagai orang-orang yang memiliki adab dan akhlak yang baik!!


Akan tetapi dengan sangat gampang kalian berkata "Aduhai, zaujy lagi ngajar les di luar (di luar kamar), sendiri deh!" atau mengeluh apa-apa kesulitan kalian pada dinding-dinding fesbuk kalian sampai petugas penagih kontrakan dan PLN yang menagih listrikpun tak luput dari keluhan kalian!!


Kami faham kalau kalian sedang butuh nasihat dan pula bantuan, tapi apakah dengan cara memberi pengumuman atau sayembara di fesbuk-fesbuk kalian bak orang yang berkeluh kesah itu saja?? Mengapa kalian tidak menghubungi orang-orang yang kalian anggap bisa menasihati dan menolong kalian dengan cara tertutup, dengan pesan-pesan pada kotak masuk dan keluar kalian saja??


Aduhai, kami tidak mengajak kalian, para akhwat dan ummahat yang telah 'mengaji' untuk menjadi orang-orang yang jaim alias jaga imege selalu sehingga tampak shalihah oleh orang-orang yang mengenal kalian. Bukan Begitu, sama sekali bukan begitu maksud kami!! Kami menyeru kalian agar menjadi akhwat dan ummahat yang selalu jaiz, yang selalu menjaga 'izzahnya meski di dunia maya..


Apakah hanya demi sebuah pembuktian bahwa, "Tidak semua orang yang mengupdate status 'gila' dan 'centil' berarti aslinya dia gila dan centil pula!" untuk menandingi pembuktian sebelumnya, "Tidak semua orang yang mengupdate status berwibawa disertai dengan dalil-dalil aslinya adalah orang yang shalih!"


Apakah hanya karena itu kalian rela merendahkan diri-diri kalian agar menjadi salah satu buktinya, bahwa kalian sebenarnya seorang yang shalihah lhooo, meski kalian sering up date status gila dan centil!!


Tabayyun?? hahay, apakah semua penduduk kampung fesbuk tahu apa itu 'tabayyun' sehingga mendapati kalian yang 'nyeleneh' dari keshalihahan kalian mereka akan mentabayyuni kalian?? Berbaik sangka??


Tidakkah kalian tahu kalau banyak sekali dari penduduk kampung febuk ini adalah bagian dari orang-orang yang hasad, hizby, ahli bid'ah, ahli maksiat dan lain-lain sehingga kalian melupakan sikap kehati-hatian kalian??


Masih mending keburukan sangka dari mereka hanya kepada kalia-kalian yang berulah saja, bagaimana kalau malah nyerempet-nyerempet kepada jilbab dan cadar kalian, kepada manhaj kalian??!!


Aduhai sesekali memang tidak akan menjadi hina manhaj salaf yang mulia ini hanya karena kehinaan orang-orang yang menisbahkan diri kepadanya!! Semoga tidak akan ada lagi keluhan dari akhwat dan ummahat yang masih awam atau dari mereka yang sedang dipersimpangan manhaj, antara salafy dan haraky misalnya kepada kami dengan ungkapan begini, "Ukhty, afwan yah. Kenapa sih diantara kalian yang ngaku salafy tapi masih musikan, ngakunya salafy tapi masih centil dll??"


Yah kami pernah atau bahkan sering dikomplen begitu oleh teman-teman kami. Kami berbaik sangka kepada mereka yang bertanya karena kami maklum kalau mereka belum tahu bahwa salafy adalah nisbah, adalah pengakuan terhadap metode beragama yang sesuai dengan metode para salafush shalih!!


Seandainya mereka tahu, tentu mereka akan maklum saja apabila mereka dapati ada diantara orang yang mengaku-ngaku itu malah akhlak dan perilakunya tidak sesuai dengan apa-apa yang diakuinya. Mereka tidak tahu!!


Mereka tidak tahu kalau setiap orang berhak mengaku-ngaku dirinya sebagai salafy, tapi yang terpenting adalah datangkanlah bukti bagi setiap orang yang mengaku-ngaku itu!! Semoga kehati-hatian selalu menjadi hiasan pada sikap dan prilaku kita, wahai akhwat dan ummahat yang telah 'mengaji'!!


Jangan sesekali kita berharap agar semua orang akan berbaik sangka saja kepada kita sehingga kita bermudah-mudah untuk memancing prasangkaan mereka, karena tidak semua mereka faham akan keutamaan berprasangka baik dan tidak pula semua mereka faham atau sekedar tahu 'tabayyun' itu apa!! Sampai disini, sekali lagi kami mohon maaf.


Kami tidaklah sesekali mengklaim diri-diri kami sebagai seorang yang telah baik, namun kami akan selalu berusaha untuk itu, insya Allah.